๐Ÿ Cerita Ini Hanya Karangan Fiktif Belaka

Namunpertanyaannya, apakah sosok ini benar-benar ada dan nyata atau hanya karangan belaka? Menurut Om Hao dari Cerita Tanah Jawa mengatakan kisah Desa Penari adalah benar ada namun hanya bisa dilihat secara gaib. Baca Juga: Fenomena Angka 3 dan Pencapaian Positif dalam Film KKN di Desa Penari "Ini sebenernya ceritanya apa adanya, bener, nyata. Note Cerita ini adalah pengalaman nyata salah satu admin Folks Of Dayak Tahun 2009 yang lalu, saya menghadiri Pertemuan mahasiwa komunikasi se-Indonesia di daerah perbukitan Tretes (Jawa Timur) dalam rangka mewakili kampus. cerita ini hanya fiktif belaka atau hanya karangan si penulis. by:kamal ramadhan Diposting oleh kamalramadhan di 05. Tidakada yang tahu jika kehidupan tujuh namja yang populer di sekolah ternyata memiliki beban kehidupan yang berat di kehidupannya. WARNING Cerita ini hanya fiktif belaka dan hanya karangan yang keluar dari imajinasi penulis. Terima kasih dan selamat membaca Apakahcerita pendek ini adalah cerita yang benar dengan adanya kejadian atau hanya fiktif belaka ? Nah, bagi teman-teman yang masih bingung bahwa cerpen ini termasuk ke golongan mana bisa dipahami dari segi pengertian. Plot atau jalan cerita adalah sebuah karangan yang dibuat dari awal hingga akhir sesuai dengan jalan ceritanya. Plot ini SimpanSimpan Cerita Ini Hanya Fiktif Belaka Untuk Nanti. 0 penilaian 0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) 183 tayangan 2 halaman. Cerita Ini Hanya Fiktif Belaka. Diunggah oleh Fitrianingsih Fitrii. Hak Cipta: Attribution Non-Commercial (BY-NC) Format Tersedia. Fiktifdi jelaskan di KBBI yang mana berarti sebuah kata adjective yang memiliki sifat fiksi dan hanya pada khayalan saja. Selain itu di dalam KBBI juga telah mencontohkan sebuah buku cerita berjudul "Pengantin Kali Ciliwung" di dalam cerita tersebut hanyalah cerita belaka. CerpenCinta 18. Cerpen cinta romantis banget bikin baper pada tanggal sabtu, september 18, 2021 (updated: Pemandangan indah di bukit klangon. Cerpen Cinta Romantik Kahwin Paksa / Novelplus / Koleksi from ini merupakan kumpulan cerpen cinta terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 4657 cerita pendek untuk kategori Terdapat2 arti kata 'fiktif' di KBBI. Arti kata fiktif adalah bersifat fiksi. Arti lainnya dari fiktif adalah hanya terdapat dalam khayalan. Contoh: Cerita pengantin kali ciliwung ini adalah cerita fiktif belaka, bulan ini ia terpaksa membuat laporan fiktif kegiatan yang dikelolanya. Inilah rangkuman definisi fiktif berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia dan berbagai referensi lainnya. Ceritaini hanya karangan dan fiktif belaka, hanya sebuah imajinasi. Apabila ada kesamaan tokoh dan Ambunten, East Java, Indonesia 69455 Ceritaini hanya fiktif belaka tapi ambil rumah sendiri PASTI TIDAK FIKTIF yuk booking yukk Follow @bangunminangalestari @bangunminangalestari Ceritaini hanya karya fiktif belaka tidak bermaksud untuk menjelekkan pihak manapun tolong jangan bawa yang ada di dalam AU ini keluar dari ranah nya. Abaikan typo, warna rambut, waktu etc. Feedback sangat di butuhkan thankyou ๐Ÿ’—. 04 Aug 2022 Yangmembedakan anekdot dengan cerita jenaka adalah anekdot diambil berdasarkan fakta atau kisah yang nyata yang terjadi sehari harinya, sedangkan cerita jenaka merupakan fiktif belaka. Contoh cerita jenaka yang terkenal di masyarakat Indonesia adalah "Kisah Si Kabayan", jika di Melayu maka akan dikenal "Kisah Pak Pandir", dan yang tak k2vTWYs. Contoh Cerita Fiksi- Suka berkhayal? Bermimpi? Atau kesal dengan segala sesuatu yang terjadi mulai hal remeh temeh sampai hal besar dalam kehidupan? Carilah dalam dunia fiksi. Dunia khayalan dan imajinasi. Tetapi fiksi bukanlah sebuah rekreasi. Fiksi adalah pembelajaran, perenungan, pengambilan kesimpulan dan pada akhirnya, pembaca akan digiring menuju titik tertentu. Sebuah fiksi dapat memiliki dampak besar. Di zaman canggih, manusia dapat memprediksi kejahatan. Tetapi menangkap orang yang masih berniat jahat tapi belum berlaku jahat, apakah itu bijak? Ternyata, secanggihnya manusia, masih salah memprediksi masa depan. Ada yang berniat jahat, ternyata akhirnya tidak jadi melakukan kejahatan. Pada prinsipnya, fiksi adalah cerita khayal dan cerita bebas. Mau nulis horor, kriminal, thriller, sensual, erotis, heroik, puitis, profetik; sah-sah saja tetapi ingat. Ketika karya yang kita tulisan menemukan keberuntungan daen mendunia, jangan sampai tema yang tersampaikan adalah tema negatif. Duh, tidak terbayang apa yang kita tanamโ€™. Meskipun fiksi merupakan cerita khayalan dari penulis, akan tetapi harus menggambarkan sebuah kerealistisan. Nah berikut ini, terdapat contoh cerita fiksi. Yukk, langsung simak ceritanya. Legenda Peri Bulan Yah, namanya Bulan Namira. Ia merupakan seorang anak perempuan yang memiliki paras cantik nan jelita. Ia terlahir bukan dari keluarga yang berlimpah harta, melainkan dari sepasang petani miskin yang tinggal di sebuah pedesaan. Kehidupannya yang sangat miskin tersebut menjadikan keluarganya tak dipandang bahkan tidak ada warga desa yang perduli sama sekali dengan kehidupan pribadi keluarganya. Sayangnya, wajah yang cantik mempesona yang dimilikinya tak membuat ia menjadi seorang gadis atau perempuan yang sempurna. Gadis itu memiliki penyakit kulit yang sangat aneh di sekujur tubuhnya, penyakit tersebut menyebabkan tubuhnya mengeluarkan bau amis yang sangat tidak sedap dan menyengat. Sehingga masyakat yang tinggal di desa itu merasa jijik dan ketakutan ketika melihat Bulan Namira. Warga desa takut akan tertular penyakit seperti yang dialami Bulan Namira. Pada suatu malam yang sangat indah dan sunyi, Bulan Namira bermimpi bertemu dengan seorang pangeran berkuda putih yang mempunyai wajah begitu tampan dan juga sangat ramah dan baik. Ternyata mimpi tersebut terus membayanginya dan ia tidak bisa melupakan mimpi tersebut. Ia selalu memikirkan pangeran tersebut tanpa henti, dan sangat berharap bahwa pangeran berkuda putih hadir di dunia nyata dan menemuinya Karena tidak tahan dengan mimpi yang dialaminya, Bulan Namira pun akhirnya menceritakan mimpinya tersebut kepada sang ibu, dan ia juga mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan pangeran tampan tersebut dikehidupan nyata. Sang ibu yang mendengar semua ucapan anaknya tersebut, berdiam sejenak. Sang ibu merasa bahwa anaknya tak pantas untuk bertemu pangeran tersebut, dan menasihati anaknya โ€œSudahlah Bulan anakku sayang, kamu tidak pantas untuk bertemu dengan pangeran kuda putih itu. Lupakan saja khayalanmu yang tak masuk akal itu.โ€ Di malam-malam berikutnya, Bulan terus melamun memandangi langit yang Nampak indah nan mempesona. Langit tersebut ditemani oleh cahaya-cahaya bintang berkilauan yang mengelilingi sang satelit bumi yakni bulan yang tak kalah menawannya. Tiba-tiba munculah lah seorang peri bulan dan berucap kepada Bulan Namira โ€œHai, Gadis rupawan, aku bisa menyembuhkan penyakit kulit mu iniโ€. Bulan sontak kaget melihat kedatangan peri yang tak diduganya dan menjawab โ€œBagaimana caranya peri?โ€. Kemudian, Peri tersebut mengajak Bulan untuk pergi kesuatu tempat yang sangat indah, dan ditempat itu ada sebuah danau yang airnya sangat jernih tak tercemari apapun. Lalu sang peri memerintahkan Bulan โ€œBerendamlah kamu didalam danau ini, maka kulitmu akan kembali bersih seperti sediakalaโ€. Meskipun Bulan ragu dengan apa yang diucapkab peri tersebut, akhirnya Bulan pun mengikuti perkataan sang peri untuk berendam didalam danau tersebut, dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh peri bulan itu, bahwa kulit Bulan kembali seperti sediakala. Bulan Namira pun bahagia sekali bisa menghilangkan penyakit yang selama ini menimpanya. Penutup Bagaimana? Cerita yang cukup menarik bukan? Nah, anda juga bisa membaca contoh cerita fiksi yang lain yang juga keren dan menarik selain cerita fiksi di atas. Bahkan, anda juga bisa membuat karya atau tulisan contoh cerita fiksi jika anda tertarik. Sampai berjumpa kembali di pembahasan yang lain. Semangat berkarya!! Originally posted 2020-05-04 224726. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Kita pasti sering membaca tulisan ini ketika sedang menyaksilan film ataupun membaca sebuah buku. Kalau saya pribadi, sering banget membaca tulisan ini saat sedang menonton FTV film televisi. Dan tahu nggak? Ternyata justru ceritanya mirip plek mirip banget -cuma settingnya beda negara aja- sama film buatan negeri paman Sam atau negeri asalnya teh ginseng. Kenapa saya bisa tahu? Karena saya lebih dulu nonton film aslinya.. Tapi lagi-lagi karena tulisan kalau ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tak ada unsur kesengajaanโ€™ itu yang bikin film televisi ini masuk kategori amanโ€™. Kalau saya suka sama akting pemainnya, maka saya terusin nontonnya. Kalau nggak, ya saya matiin aja TV-nya atau ganti channel yang lain. Gimana nggak? Lima belas menit pertama aja saya udah tahu jalan ceritanya. Pasti nanti ini akan begini lalu begitu kemudian seperti itu. Dan endingnya bakalan gini. Iya. Saya pakai feeling saya dan juga ingatan terakhir saya atas film yang jadi acuan si produser FTV ini bikin film. Jadi, kesannya saya tetep memaksakan diri nonton itu cuma untuk memastikan bahwa endingnya seperti dugaan saya. Dan kebanyakan benar.. ๐Ÿ˜› Akhir-akhir ini, nggak cuma FTV yang punya ide nyaris sama ama film besutan sutradara Hollywood. Kadang-kadang sinetron juga gitu. Udah bukan rahasia lagi kan ya kalau sinetron Candy itu niru abis komik yang dijadikan film CANDY CANDY asal Jepang? Atau Buku Harian Nayla yang nyaris sama banget ama One Litre Of Tears. Daann film televisi serta sinetron yang lain.. Silakan tambahkan sendiri ya.. Nah postingan saya kali ini sebenarnya nggak ada hubungannya sama FTV atau sinetron tadi sih.. *halaagh.. Jadi postingan saya ini sebenarnya tentang kesamaan nama yang saya pakai sebagai tokoh utama dalam cerita yang saya buat. Pertama-tama saya mau minta maaf buat teman-teman yang namanya mungkin pernah saya pakai dengan semena-mena sebagai tokoh dalam FF yang saya buat. Mungkin ada yang sesuai harapan jadi pemeran protagonis dan mungkin juga ada yang jauh dari kepribadian teman-teman -yang namanya saya pakai sebagai tokoh jahat atau psiko antagonis- sekaligus yang pernah membaca postingan saya dan punya nama yang sama. Sekali lagii.. Seperti judul postingan ini. Cerita-cerita flash fiction dalam blog ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, maka itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan dari penulisnya. Apalagi motif balas dendam.. *eh? ๐Ÿ˜€ Kenapa saya nulis postingan ini? Karena iseng aja daripada nggak ada bahan tulisan ๐Ÿ˜› kalau saya membuat tulisan FF, biasanya saya udah punya konsep dan ide cerita. Alurnya nanti begini.. begini.. dan begini. Cuma yang saya sering kesulitan adalah menentukan nama tokoh cerita saya. Akhirnya saya pun menuliskan saja satu nama yang terlintas di kepala saya. Dan setelah dipublish barulah saya dapat masukan dari beberapa teman yang komentar kalau namanya mirip nama teman-teman saya. Dan saya baru keinget. Eh iya ya? *halaagh ๐Ÿ˜† Jadi intinya postingan ini sekaligus permohonan maaf kalau ada teman-teman yang namanya pernah saya pakai secara semena-mena di dalam postingan FF saya ya.. ๐Ÿ™‚ Mohon maaf lahir bathin.. ๐Ÿ™‚ Oya, bicara nama tokoh cerita. Saya punya beberapa nama tokoh yang sering saya pakai dalam beberapa cerita yang saya buat. Kalau bikin cerita terutama FF dengan karakter yang hampir mirip biasanya saya langsung pakai nama-nama ini. Apalagi kalau deadline-nya mepet dan saya susah cari nama untuk jadi nama tokoh. 1. MAYA. Gadis misterius. Biasanya penyendiri. Saya pertama kali menggunakan nama Maya ini di cerita Mereka Bilang Aku Nggak Warasโ€™. Maya saya gambarkan sebagai perempuan yang diposesifin orang tuanya. Nggak punya temen, dikurung di rumah yang membuatnya jadi pemberontak. Akibat dikurung tadi, ia pun akhirnya lari dari rumah dan pacaran backstreet dengan laki-laki yang nggak kalah misteriusnya. 2. BAGAS. Nama lengkapnya ARYO BAGASKARA. Awal saya pakai nama Bagas ini di sebuah cerita pendek bersambung udah pendek eh bersambung.. P waktu saya rajin nulis di situs perempuan Di sini ceritanya si Bagas ini playboy dan mendua pada dua orang gadis. Pada satu gadis, dia mengaku bernama Bagas sedang kekasihnya yang lain mengenalinya sebagai Yoyok nama panggilan dari kata Aryo. 3. BAYU Tokoh protagonis saya bernama Bayu. Saya menggambarkannya sebagai lelaki yang selalu ada saat dibutuhkan. Bayu yang berarti angin. Selalu membawa kesejukan. Saya menggambarkannya sebagai orang yang tangkas, cepat dan nggak klemek-klemek melempem. Pokoknya tegaslah. 4. RATIH. Tokoh protagonis saya versi perempuan. Biasanya saya memasangkan Bayu dengan Ratih. Termasuk di sebuah cerita novelet iseng yang pernah saya buat. Di sini Ratih digambarkan sebagai perempuan Jawa yang penurut dan penyayang. Sayangnya ia terlalu lemah sehingga seringkali dimanfaatkan teman. Dan selalu menerima segala kondisinya. Kurang bisa memperjuangkan apa yang dimiliki dan diyakininya. Termasuk cintanya. eaaa.. ๐Ÿ˜€ 5. RYAN. Entah mengapa tokoh Ryan selalu jadi tokoh antagonis di cerita saya. *sungkem sama yang punya nama Ryan.. ๐Ÿ˜€ Pertama kali saya pakai nama Ryan ini di cerita novelet saya. Awalnya Ryan baik, tapi karena ganteng *halagh P* akhirnya dia mendua. Lalu mengkhianati kekasihnya dengan memacari teman baik kekasihnya *spoiler banget D* hingga saking keselnya terbawa emosi saat menulisnya, maka tokoh Ryan ini saya samakan dengan Ryan si Jagal dari Jombang itu. Tapi Ryan di tokoh saya ini Jagal Cinta loh ya *eaaa.. D. Jadi itu alasan saya pakai nama Ryan. 6. HASAN. Hasan adalah tokoh komedi saya yang paling melekat kuat di kepala saya. Orangnya nekad, konyol, naif tapi baik banget. Senang membantu siapa saja. Cuma terkadang dia linglung dan ceroboh. Itu beberapa contohnya. Adakah yang namanya sama dengan namamu? Hehehe Ini cerita saya tentang nama tokoh rekaan saya dan karakter yang mewakili masing-masing pribadi. Kalau kamu, siapakah nama favorit untuk tokohmu? Dan yang nggak kalah penting. Maukah kalian menyumbang satu nama untuk nama tokoh cerita saya berikutnya? Kalau bisa, dengan gambaran fisik atau sifat dan karakternya ya. Makasiiihโ€ฆ ๐Ÿ™‚ doc. pribadi. koleksi foto suami saya ๐Ÿ˜€ Share yuuk! Ini adalah cerita fiksi yang dibuat-buat. Jika ditemukan kesamaan kejadian atau tokoh maka itu adalah kebetulan belaka tanpa ada unsur kesengajaan sama sekali. Cerita ini mengandung opini yang sangat liar, sehingga tidak layak dibaca bagi mereka yang tidak siap menerimanya. *** โ€œKamu ga buat syair tentang pemilu, Bur? Oh ya, kamu golput kan?โ€ Tanya Fahmi tiba-tiba kepada Burhan yang sedang sibuk dengan hpnya. Burhan hanya menoleh ke arah Fahmi dengan sedikit terkejut. Kemudian wajahnya memperlihatkan ia sedang mencari jawaban untuk pertanyaan temannya itu. Beberapa saat kemudian, ia menjawab dengan satu bait syair dari bahr Mutaqorib. ูƒูŽููŽูู’ุชู ุนูŽู†ู ุงู„ุดูุนู’ุฑู ูููŠ ุฐูŽุง ุงู„ู…ูŽุฌูŽุงู„ู’ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู„ููƒูŽู„ู‘ู ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู ู…ูŽู‚ูŽุงู„ู’ Aku mencukupkan diri dari syair di ranah ini, karena likulli maqomin maqol. Likulli maqomin maqol, adalah pepatah Arab yang maksudnya adalah bahwa setiap kondisi ada sikap atau ucapan yang tepat dengan kondisi tersebut. Seperti jika kita berbicara dengan orang awam, maka tidak bisa kita gunakan istilah-istilah intelek. Begitu juga sebaliknya. Burhan kemudian menambahkan, โ€œAku lebih memilih diem dan ga ngedukung paslon manapun. Karena menurutku diem, kalem, ga manas-manasin, atau promosi salah satu paslon itu lebih bagus untuk keadaan sekarang. Jadi apa salahnya kalo aku diem aja? Toh diem itu lebih pas dengan kondisi.โ€ Fahmi yang kebetulan pernah belajar Arudh segera menjawab syairnya Burhan, ุฅุฐูŽุง ุฃูŽู†ุชูŽ ุฑูู…ู’ุชูŽ ู†ูู‡ููˆุถูŽ ุงู„ุดูุนููˆุจู ููŽุฅู†ู‘ูŽ ุณููƒููˆุชูŽูƒูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูุญูŽุงู„ู’ Kalo kamu menginginkan kebangkitan rakyat, maka harusnya sekarang ini mustahil kamu diem apalagi golput. Fahmi pun menambahkan, โ€œPerasaan, kamu sering bilang, pengen ngebangkitin umatโ€™, pengen ngembalikan kejayaan Islamโ€™, atau apalah itu. Lah sekarang ada kesempatan buat itu, kamu malah diem ga bersuara sama sekali, golput lagi. Buktiin kata-katamu, jangan cuma bisa koar-koar doang.โ€ ูˆูŽู„ูŽูŠุณูŽ ุณููƒููˆุชููŠ ุฏูŽู„ููŠู„ู‹ุง ู„ูุนูŽุฌู’ุฒู ูˆูŽู„ูฐูƒูู† ุฃูŽุฑูŽู‰ ุนูŽุจูŽุซู‹ุง ูููŠ ุงู„ุฌูุฏุงูŽู„ู’ Diamku itu bukan berarti aku lemah dan ga ada usaha. Aku cuma ngerasa kalo aku ngomong, bakal jadi debat kusir. โ€œAku punya cara lain dalam membangkitkan umat dan masyarakat. Bukan lewat, pemilu tapi dengan yang lain. Karena menurutku pemilu ini ga mengubah apa-apa. Aku punya cara sendiri, yang jika itu kusebutkan maka hanya akan berujung pada debat kusir semata.โ€ Burhan menambahkan dengan sedikit serius. Fahmi berpikir sejenak, bukan karena tak menemukan kata-kata yang pas untuk syair balasan. Ia cerna semua kata-kata Burhan sambil menerka-nerka kira-kira seperti apa cara yang dimaksud Burhan. Ia kemudian membalas lagi dengan syair, ุฃูŽููุถู’ู†ููŠ ุจูุฑูŽุฃูŠููƒูŽ ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏ ูƒูŽููŽูู’ุชูŽ ููŽุฅู†ู‘ููŠ ุจูุฑูŽุฃูŠู ุตูŽุญููŠุญู ุฃูŽู†ูŽุงู„ู’ Coba jelasin caramu membangkitkan umat, yang kamu tahan-tahan. Kalo ada benarnya, aku pasti bakal menerimanya. โ€œCoba jelasin caramu. Aku bukan orang yang keras kepala dan hanya taklid buta. Aku bisa bedain mana yang benar, mana yang salah. Kalo caramu itu ada benarnya, maka insya Allah aku bakal nerima cara tersebut.โ€ Burhan kemudian membetulkan posisi duduknya. Ia bersiap menjelaskan apa yang tergambar di kepalanya secara singkat dan mudah dimengerti. Ia berdeham kecil lalu memulai penjelasannya. โ€œIbaratnya gini, ada sebuah desa di pelosok yang tak memiliki sumber air bersih. Sumber air bersih dari desa itu, anggaplah jaraknya 5 Km. Nah di desa itu cuma ada dua orang yang punya kendaraan. Yang satu cuma punya motor bak, yang satunya cuma punya mobil bak.โ€ โ€œNah, penduduk desa kemudian menggaji pemilik motor bak dan mobil bak, untuk ngambilin air dari sumber air yang kemudian air itu ditampung di bak besar di desa. Namun uang penduduk desa itu ga cukup buat menggaji dua orang sekaligus. Akhirnya, penduduk mengadakan voting siapa kira-kira yang cocok untuk menanggung pekerjaan tersebut, apakah pemilik motor bak, ataukah pemilik mobil bak.โ€ โ€œTunggu dulu,โ€ ujar Fahmi menyela. โ€œBukannya orang desa itu pada ramah ya? Ga perlu pak gaji segala, mereka pasti mau nolong sesama.โ€ Burhan hanya tertawa, โ€œAnggap aja kaya gitu ceritanya, lagian ini cuma perumpamaan. Nah terus terpilihlah pemilik mobil bak. Namun setelah beberapa bulan bekerja, ternyata pemilik mobil bak ini malas-malasan ngerjainnya. Akhirnya diadakan voting lagi, kira-kira dicopot atau dibiarkan. Pemilik mobil bak tau kalo penduduk mau voting lagi, ia segera mengumumkan maafnya sambil berjanji ga bakal malas-malasan lagi. Pemilik sepeda motor juga memanfaatkan momen itu untuk janji, jika terpilih ga bakal malas-malasan dia.โ€ Fahmi kemudian menyela lagi, โ€œNah itu ibarat pemilu yang sekarang ini kan?โ€ โ€œYap, betul. Kemudian ternyata penduduk percaya dengan janji pemilik mobil bak. Namun ternyata janji itu hanyalah janji belaka, dia malah malas-malasan lagi setelah koar-koar. Akhirnya diadakan voting lagi, yang penduduk terbagi menjadi dua kubu besar karena hal itu. Ada yang masih ingin memberi kesempatan pemilik mobil bak, ada yang ingin mengganti dengan pemilik motor bak.โ€ Fahmi kembali menyela, โ€œNah, berarti kan kalo mau ada perubahan, kita harus ngubah yang bertugas ngambilin air. Ya ga?โ€ Burhan kembali tersenyum, โ€œHaha, dengan mengganti yang bertugas ngambilin air mungkin akan berubah, tapi siapa yang menjamin kalo si pemilik motor bak ga malas-malasan? Lagi pula gimana jika ternyata dari awal penduduklah yang salah? Salah ketika mereka memutuskan untuk menggaji seseorang agar bertugas mengambilkan air. Bagaimana jika mereka salah dalam cara mengambil air dari sumber airnya? Bagaimana jika di awal, mereka gunakan uang mereka untuk membangun saluran air untuk menghubungkan desa dengan sumber mata air? Tentu, tak akan berakhir seperti ini.โ€ โ€œBetul juga tuh, tapi terus gimana membangun saluran air untuk negara ini?โ€ Tanya Fahmi lagi. โ€œPemilik motor dan mobil bak kan ibarat pemerintah yang bertugas membuat kebijakan dan hukum. Sedangkan jika ada saluran air, ga ada lagi yang bertugas ngambilin air, tapi ada yang bertugas mengoperasikan saluran air. Maka untuk membuat saluran air tinggal kita ubah tugas atau peran dari pemerintah. Dari yang sebelumnya membuat hukum, menjadi hanya menerapkan hukum yang sudah ada. Hukumnya tentu hukum yang benar, yang berasal dari Allah SWT.โ€ Ujar Burhan sembari meninggalkan Fahmi. *** Tulisan ini harusnya kupost sebelum pemilu, tapi tak ada salahnya juga jika kupost sekarang. Ini hanyalah sebuah cerita karangan yang mengandung opini liar penulis. Cerita yang fiksi dari orang kesepian, berharap punya teman yang mampu menjawab syairnya tapi tak kesampaian. ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

cerita ini hanya karangan fiktif belaka